30 Jam di Atas Laut Jawa
“Saya mengenal hijau. Pada hutan yang selalu memberi keberanian, pada rasa lega oleh siulan burung yang hinggap di dahan. Namun...
Read more“Saya mengenal hijau. Pada hutan yang selalu memberi keberanian, pada rasa lega oleh siulan burung yang hinggap di dahan. Namun...
Read moreKita sebenarnya tak pernah mencari buku. Buku-buku yang menemukan pembacanya. Dengan itu, saya bertemu tiga buku. Unlikely Destinations (Tony dan...
Read moreIni cerita lama. Pertengahan 2016, saya berkesempatan untuk mengunjungi Lanny Jaya di pegunungan tengah Papua. Tidak cukup lama, hanya sekitar...
Read moreSuatu waktu, saya sedang menyiapkan materi untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Pariwisata, temanya tipologi wisatawan. Tema atau materi itu ada...
Read moreKehadirannya selalu didahului oleh bel atau lagu yang dibunyikan pengeras suara. Wujudnya menyusul kemudian Hampir dua puluh tahun lalu, sore...
Read morePerjalanan tidak lagi menjadi tujuan utama. Fokusnya beralih pada mendapatkan banyak jempol dan komentar. Sekitar akhir 1990-an sampai awal 2000-an,...
Read moreMengalami lika-liku singkat kehidupan nelayan Cibuaya, sebagai anak Jakarta saya iri juga. Hari itu kami berbuka puasa dengan menu ikan...
Read moreSetelah seharian bergumul dengan cuaca delapan derajat Celsius, semangkuk soto Betawi hangat yang menguarkan aroma rempah kuat terhidang di depan...
Read moreDi masa ketika manusia saling mengambil jarak, entah kenapa Lawu seperti mengajak mendekat. Maka pada Lawu saya kembali. Di setapaknya...
Read moreTerkadang perjalanan membuat malam menjadi teramat panjang. Suatu pagi, Ramadan 2017, saya duduk di sebuah gazebo di pinggir Sungai Melaka....
Read more© 2022 Interval.